Sabtu, 27 Juni 2009

FOTO KEGIATAN MILAD V, 21 JUNI 2009



Ustadz Mahrus Abdurrohim ( penceramah pada acara Milad V Pondok Pesantren Nurul Ma'arif ) merupakan salah satu hakim pada pengadilan agama kabupaten sintang.
beliau menyampaikan tentang pentingnya menjadi pemimpin yang baik dan pentingnya ukhuwah islamiyyah.




















ketua yayasan sedang menyampaikan visi dan misi Pondok Pesantren Nurul Ma'arif.
diantara visi dan misi Pondok Pesantren Nurul Ma'arif adalah maju dibidang IPTEK, terdepan dibidang IMTAQ, serta sukses dibidang ekonomi.























acara peletakan batu pertama PUSKESTREN (pusat kesehatan Nurul ma'arif
















foto ketua yayasan ponpes Nurul ma'arif bersama bupati sintang beserta wakil bupati pada acara Milad V Pondok Pesantren Nurul Ma'arif dan acara peletakan batu pertama Puskestren ( pusat kesehatan pesantren )








para santri dari pondok pesantren Darul ma'arif sintang unjuk kebolehan.

Jumat, 26 Juni 2009

MILAD V PONDOK PESANTREN NURUL MA'ARIF SINTANG

tanggal 21 juni merupakan hari bersejarah bagi pondok pesantren nurul ma'arif, pada hari itu, selain milad, Allah memberikan anugrah yang berlimpah, yaitu dengan diresmikannya gedung sekolah baru oleh Bupati Sintang milton crosby, dan dimulainya peletakan batu pertama pembangunan PUSKESTREN ( pusat kesehatan pesantren ) oleh Wakil Bupati bapak dr jarot winarno. selain itu pondok pesantren juga dianugrahi oleh Allah kelulusan putra putri terbaiknya, dengan nilai yang sangat mengagumkan, dengan prosentase kelulusan 100%.

khutbah idul fitri 2008

Khutbah Idul Fitri 1429 H

Di masjid sudirman, batalyon 642 kapuas, sintang

بسم الله الرحمن الرحيم

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر. الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر. الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر.

الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. لا إله إلا الله، ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين ولو كره الكافرون. لا إله إلا الله وحده، صدق وعده، ونصر عبده، وأعز جنده، وهزم الأحزاب وحده. لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

الحمد لله الذي أكرمنا بهلال رمضان، وكتب علينا صيامه وأنزل فيه القرآن، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، أكرم الصائمين بأجزل الثواب والغفران، ووعدهم بباب يقال له الريان، بجواره في رفيع الجنان. وأشهد أن سيدنا ونبينا وعظيمنا وحبيبنا وشفيعنا ومولانا محمدا عبده ورسوله، خير من صام وقام وأحيا ليالي رمضان، وأنزل عليه القرآن، هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان.

وعلى آله وصحبه الذين اتبعوه واهتدوا به وفازوا بالغفران.

أما بعد: فيا أيها الإخوة الأحبة أوصيكم ونفسي بتقوى الله وطاعته فقد فاز المتقون.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. : ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون (البقرة، 185).

معاشر المسلمين رحمكم الله.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudari, jamaah shalat Idul Fitri, yang dimuliakan oleh Allah s.w.t.

Di pagi yang cerah ini, secerah hati setiap hamba yang menerima ampunan dan pahala berlipat ganda, tak ada untaian kata yang terindah, tak ada ungkapan hati yang lebih tulus dan tak ada tutur yang pantas terhatur, kecuali puji dan syukur kepada Allah s.w.t., atas segala ni'mat dan karuniaNya, atas segala taufik dan hidayahNya dan atas segala kasih serta sayangNya yang telah diberikan kepada kita semua, yang telah patuh dan tunduk kepada semua perintah dan petunjukNya.

Salawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. beserta para keluarga dan sahabat beliau, dengan harapan kita semua akan mendapat syafaatnya di hari kemudian nanti. Amin.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia

Pada hari ini, kita baru saja keluar dari sebuah institusi pendidikan yang bernama Ramadhan, dan di masing-masing tangan kita saat ini tergenggam ijazah dengan nilai yang berbeda, tergantung dari usaha dan kerajinan kita dalam mengikuti pelajaran yang diberikan Allah selama bulan suci kemarin. Mulai hari ini, kita harus dapat mempraktekkan semua pelajaran yang kita dapat itu di dalam kehidupan kita sehari-hari. Apakah itu pelajaran aqidah, ibadah, akhlak atau budi pekerti, bahkan pelajaran mengenai kesehatan yang kita dapat selama bulan Ramadhan.

Sedikitnya ada empat pelajaran yg kt peroleh dibulan romadlon ini, yaitu

Pertama: Kuatkan Akidah

Dari segi akidah, Ramadhan telah mengajarkan kita bagaimana cara meningkatkan akidah kita, dengan terus mempertebal rasa tunduk dan patuh kita kepada Allah s.w.t., walaupun harus mengorbankan hak yang paling esensi dalam kehidupan kita, yaitu makan dan minum di siang hari, bahkan mengorbankan harta untuk berbagi. Keduaa hak-hak dasar kita yang dihalalkan oleh Allah s.w.t. itu, kita korbankan di siang hari Ramadhan, hanya dengan satu landasan, "keimanan" yang kuat, kepatuhan yang totalitas dan harapan yang paling dalam untuk meraih ketakwaan, yang untuk kemudian memperoleh ampunan dan ridlo Allah Swt.

sebagaimana yang dijanjikan oleh Nabi kita Muhammad s.a.w. :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه.

Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan kepada Allah s.w.t. niscaya akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu.

وعن سهل بن سعد رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن في الجنة بابا يقال له الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل معهم أحد غيرهم، يقال: إين الصائمون؟ فيدخلون منه، فإذا دخل آخروهم أغلق فلم يدخل منه أحد. (رواه مسلم).

Dan dalam sabda yang lain, Rasulullah berkata: Sesungguhnya di dalam sorga ada sebuah pintu yang bernama Arrayyan, melalui pintu itu orang yang berpuasa masuk ke dalam sorga,

tidak seorangpun yang masuk bersama mereka. Mereka dipanggil, manakah orang-orang yang berpuasa? Kemudian mereka masuk dari pintu itu, bila telah masuk orang yang paling terakhir, maka pintu itu ditutup, dan tidak seorangpun yang masuk dari pintu itu ke dalam sorga. (H.R. Imam Muslim).

Ketundukan dan kepatuhan kepada Allah s.w.t. yang telah kita laksanakan di bulan Ramadhan itu, hendaklah kita praktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam bentuk melaksanakan semua perintah dan menjauhkan semua larangan Allah dan Rasul-Nya, sebagai implementasi dari takwa kita. Untuk memenuhi kebutuhan perut kita, kita tidak akan berani lagi mamasukkan makanan dan minuman yang haram, atau rizki dari hasil melakukan pekerjaan yang haram, seperti mencuri, curang, korupsi dan lainnya, akan tetapi kita hanya tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan memasukkan makanan dan minuman yang halal saja ke dalam perut kita. Kenapa?, karena Allah s.w.t. memerintahkan di dalam Al-Qur'an :

يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم واشكروا لله إن كنتم إياه تعبدون.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

Pelajaran kedua: Tingkatkan Kualitas Ibadah

Dalam bulan Ramadhan, kita telah berlatih meningkatkan intensitas ibadah kita, baik ibadah yang wajib maupun yang sunnah. Yang wajib seperti shalat fardhu dan puasa, kita lakukan dengan penuh kekhusyu'an, berjamaah dan tepat waktu, sedangkan yang sunnah, seperti shalat taraweh, qiyamullail, membaca Al-Qur'an, shalat-shalat sunnah lainnya, dan infak sedekah telah kita lakukan juga dengan intensitas yang lebih tinggi. Hendaknya prestasi yang telah kita ukir dalam bulan Ramadhan itu, tidak memudar dan tidak layu di bulan-bulan lain yang akan datang.

Shalat fardhu yang telah kita lakukan dengan berjamaah dan tepat waktu di bulan Ramadhan mari kita lanjutkan di bulan-bulan lainnya. Shalat sunnah, qiyamullail dan membaca Al-Qur'an yang kita lakukan di bulan Ramadhan, mari kita lanjutkan di bulan-bulan lainnya. Jangan sampai kebiasaan baik itu hanya sebagai hiasan bulan Ramadhan saja, namun harus menjadi kebiasaan di bulan-bulan lainnya. Sekurang-kurangnya dapat kita jaga kelestariannya, kontinuitasnya, selama sebelas bulan mendatang sampai kita masuk ke kamp latihan selanjutnya di bulan Ramadhan yang akan datang

Kontinuitas dalam ibadah ini sangat dianjurkan dalam agama kita. Allah s.w.t. tidak melihat banyaknya ibadah kita, namun yang dilihat adalah kontinuitasnya. Rasulullah s.a.w. bersabda :

أحب الأعمال إلى الله أدومها وإن قل

Ibadah yang paling disukai oleh Allah s.w.t. adalah yang paling kontinyu walaupun hanya sedikit.

Di balik peningkatan ibadah kita di bulan Ramadhan, terdapat pelatihan agar kita betul-betul ikhlas beribadah hanya kepada Allah s.w.t. Ibadah puasa adalah ibadah yang jauh dari riya. Riya artinya ingin deketahui oleh orang lain, atau ingin dipuji oleh orang lain, karena orang yang berpuasa dan tidak berpuasa tidak bisa dibedakan. Jadi orang yang berpuasa itu jauh dari riya dan ingin dipuji, bahkan lebih dekat kepada keikhlasan kepada Allah s.w.t. Oleh karena itu Allah berfirman di dalam sebuah hadis qudsi :

كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به

Semua ibadah seseorang tergantung keikhlasannya kepadaku, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu adalah (ibadah yang) penuh keikhlasan kepada-Ku, maka Aku yang akan memberikan balasannya sebesar yang Aku kehendaki.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

Pelajaran ketiga: Tingkatkan Peduli sosial di lingkungan kita

Di tengah kebahagiaan yang kita rasakan di hari ini, di tengah canda tawa putra putri kita dengan baju dan sepatu baru mereka, nun jauh di sana, saudara-saudara kita seagama dan sebangsa setanah air, bahkan mereka ada di sekeliling kita, yang kurang mampu dan tidak mampu, juga yatim piatu, mereka pun merayakan hari kemenangan ini, namun dengan kondisi yang sangat berbeda dengan kondisi yang kita alami. Mereka merayakannya dengan kondisi serba kekurangan, mereka merayakan di kemah-kemah pengungsian atau di rumah-rumah sederhana, dengan makanan dan minuman seadanya dan dengan pakaian sesederhananya. Adakah rasa peduli kita kepada mereka? Dan apa pelajaran dari puasa kita terhadap mereka?

Ibadah puasa, di samping mempertebal iman dan meningkatkan ibadah, juga melatih diri kita masing-masing, agar lebih peka kepada lingkungan sosial kita. Lapar yang kita rasakan, dan dahaga yang kita keluhkan serta tertahannya nafsu syahwat yang kita alami di siang Ramadhan, itu pulalah yang mereka rasakan dalam keseharian mereka. Mereka tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan makan minum mereka setiap hari, sehingga lapar menjadi begitu akrab dengan mereka. Mereka tidak mampu untuk menyediakan keperluan dan kebutuhan membina rumah tangga, sehingga menahan syahwat menjadi biasa dalam keseharian mereka.

Maka perintah zakat, infak dan sedekah di bulan Ramadhan adalah perintah yang secara nyata mengajarkan kita untuk melakukan solidaritas sesama insan, untuk merasakan penderitaan yang mereka alami dan untuk berbagi kebahagiaan yang kita alami. Rasulullah bersabda :

(أغنوهم)

Artinya, kayakan mereka pada hari itu, yaitu pada hari idul fitri ini. Berikan hak mereka untuk ikut merayakannya, berikan makanan, minuman dan pakaian kepada mereka, agar mereka merasakan apa yang kita rasakan di hari raya ini.

Kepekaan dan kepedulian sosial itu, jangan hanya terbatas pada bulan Ramadhan saja. Kita harus melestarikannya dalam keseharian kita.

وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان

Dan saling tolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, jangan kamu saling menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

Kita harus menyisihkan sebagian harta kita, tidak banyak, hanya dua setengah persen saja, tapi jangan tunggu hingga harta kita mencapai nisabnya, karena orang yang menunggu sampai mencapai nisab baru akan berderma adalah orang yang kikir, karena pada dasarnya, di setiap rupiah yang kita miliki di situ ada hak orang miskin dan yang tidak mampu. Allah s.w.t. berfirman dalam surah Al-Muminun:

وفي أموالهم حق معلوم للسائل والمحروم

Dan mereka (orang mukmin) adalah orang yang di dalam hartanya terdapat hak orang miskin dan tidak mampu.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

Pelajaran keempat: Jaga dan Tingkatkan Kesehatan

Puasa bukan hanya ajang meningkatkan kesehatan rohani kita saja, namun juga ajang untuk meningkatkan kesehatan jasmani kita. Rasulullah s.a.w. bersabda:

صوموا تصحوا

Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan menjadi sehat.

Sabda Rasulullah s.a.w. ini hendaknya kita maknai dan kita praktikkan dengan kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan kita. Selama berpuasa kita selalu makan teratur, maka begitu juga dalam keseharian kita. Selama berpuasa kita memperbanyak gerak kita dalam shalat-shalat sunnah, seperti taraweh dan qiyamullail, maka begitu pulalah seharusnya kita jalankan dalam keseharian kita.( tentunya bukan sholat tarawih lagi )

Berbagai kajian dalam ilmu kesehatan dan kedokteran membuktikan betapa puasa dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit, di antaranya darah tinggi, gula, rematik dan banyak lagi yang lainnya. Hal ini karena dalam berpuasa kita benar-benar menjaga keseimbangan antara kesegaran jasmani dan kesegaran rohani kita, sehingga segala macam penyakit dapat tersembuhkan sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w. tadi. Oleh karena itu, hendaknya keseimbangan yang kita peroleh dalam berpuasa tadi dapat kita jaga dan kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari kita.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah.

Pada akhirnya, puasa adalah menjadi pusat pendidikan dan pelatihan bagaimana untuk menjadi hamba Allah s.w.t. yang bertakwa, yaitu orang yang hanya tunduk dan patuh kepada Allah s.w.t. semata, dan untuk bertaubat dari segala dosa dan kesalahan serta untuk menjauhkan diri kita dari prilaku boros dan berlebihan.

Bagaimana kita dapat mempergunakan ilmu dan pelajaran yang kita dapat dalam bulan Ramadhan itu dalam menyikapi berbagai fenomena yang timbul di tanah air kita ini?.

Musibah merajalela di mana-mana, tsunami, gempa dan terakhir semburan Lumpur di Sidoarjo yang merupakan peringatan dari Allah s.w.t. yang harus kita jadikan pelajaran dalam hidup kita sehari-hari.

Kita harapkan agar semua itu hanya sebatas peringatan, bukan hukuman. Kita tidak hendak mengatakan bahwa semua itu adalah azab dari Allah s.w.t. kita hanya ingin menyatakan bahwa semua itu hanyalah ujian dan teguran dari Allah s.w.t. Namun, mari kita kaji lebih jauh di dalam Al-Qur'an, apa penyebab dan pemicu terjadinya malapetaka yang menimpa umat manusia dan umat-umat terdahulu.

Biasanya musibah hanya dialami secara individu, misalnya sakit, mati atau hilangnya harta benda. Tapi, bila malapetaka sudah melanda sebuah daerah secara keseluruhan, hal itu merupakan peringatan atau azab dari Allah s.w.t. Di dalam Al-Qur'an kita dapati kata-kata أهلكنا diulang sebanyak 54 kali yang semua mengisahkan bagaimana Allah s.w.t. memusnahkan umat para Nabi terdahulu. Setelah diklasifikasikan, ternyata ada tiga sebab mengapa Allah s.w.t. mengazab mereka, yaitu أهلكناهم بظلمهم, أهلكناهم بذنوبهم , إنهم كانوا قبل ذلك مترفين .

Pertama mereka diazab karena kezaliman mereka. Zalim dalam Al-Qur'an dinyatakan sebagai perbuatan syirik,

Kedua, mereka diazab karena dosa-dosa mereka, أهلكناهم بذنوبهم yaitu dosa-dosa yang mereka lakukan dalam keseharian mereka, yang telah menjadi kebiasaan dan runitas mereka, seperti perzinahan, homoseksual, pencurian dan dosa-dosa lainnya. Bila dosa-dosa ini telah melanda suatu kaum, suatu komunitas atau suatu daerah, kemudian mereka tidak lagi mengindahkan semua teguran, nasihat atau petunjuk untuk bertaubat dari para ulama, maka mereka harus takut dan berhati-hati karena azab Allah s.w.t. bisa datang kapan saja dan di sembarang waktu. Hal ini terjadi pada kaum Nabi Nuh, Nabi Luth dan Nabi lainnya. Mereka mengerjakan dosa-dosa tersebut dalam keseharian mereka, namun mereka tidak menghiraukan anjuran bertaubat dari para Nabi tersebut, maka yang terjadi adalah malapetaka yang menimpa diri mereka.

Ketiga, mereka diazab karena kehidupan mereka yang berlebihan, boros dan mubazir.. Allah s.w.t. berfirman :

ولا تبذر تبذيرا. إن المبذرين كانوا إخوان الشياطين.

Janganlah kamu berlaku tabzir (berlebihan), karena sesungguhnya orang-orang yang berlaku tabzir itu adalah temannya setan.

Bila suatu kaum, komunitas atau penduduk suatu wilayah, telah berprilaku boros, dalam kemaksiatan, maka mereka harus takut dan waspada, karena pasti azab Allah s.w.t. akan terjadi atau menimpa mereka.

Oleh harena itu, bersamaan dengan suasana idul fitri yang suci ini, marilah kita bentengi diri kita, keluarga kita, daerah kita, komunitas kita, masyarakat kita bahkan negara kita, dengan memperteguh akidah kita, dengan banyak bertobat atas dosa-dosa kita dan agar kita meninggalkan prilaku boros dan berlebihan yang dapat merugikan diri, masyarakat bahkan negara secara meluas, agar puasa yang kita lakukan itu memberikan buah yang baik, yang dapat kita nikmati sepanjang masa dan sepanjang hidup kita.

Akhirnya, marilah kita berdo'a dan menundukkan kepala, bermunajat dan merendahkan diri kepada Allah s.w.t. agar kiranya, idul fitri yang akan kita rayakan ini adalah bukan yang terakhir dalam kehidupan kita, dan semoga dapat kita rayakan dengan penuh syukur kehadirat Allah s.w.t. dan jauh dari segala kemaksiatan. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan ini dibalas dengan balasan yang berlipat ganda, dan semoga kita semua dan seluruh bangsa Indonesia diberikan keberkahan dan keselamatan oleh Allah s.w.t.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون (البقرة،

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah s.w.t. dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan beriman (sebagai seorang muslim).

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم، أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، ولسائر المسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الله أكبر الله أكبر الله أكبر. الله أكبر الله أكبر الله أكبر. الله أكبر ولله الحمد

الحمد لله حمدا طيبا مباركا فيه، وأشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم فصل وسلم على هذا النبي الكريم وعلى آله وصحبه الذين اهتدوا بهديه إلى يوم الدين.

أما بعد، فيا أيها الأحبة أوصيكم ونفسي بتقوى الله وطاعته فقد فاز المتقون.

Jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan Allah, marilah bersama-sama kita mengangkat kedua tangan kita memohon kepada Allah s.w.t,

Ya Allah ya Tuhan kami, ampuni dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, dosa anak-anak dan saudara kami, dosa para pemimpin kami, dan dosa seluruh bangsa kami.

Ya Allah yang maha rahman dan maha rahim, berikanlah kekuatan kepada kami agar kami dapat beribadah kepadamu sesuai dengan petunjuk yang telah Kau gariskan melalui Rasul-Mu.

Ya Allah ya tuhan kami, tolonglah kami dalam merencanakna masa depan kami, karena kami tidak cakap merencanakan masa depan kami.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

عباد الله إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون

.

Akhirnya kami atas nama pribadi, keluarga dan keluarga besar pondok pesantren nurul ma’arif desa nenak mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H, kepada Yang terhormat Komandan batalyon dan keluarga, beserta keluarga besar batalyon 642 kapuas. semoga hari ini kita mendapatkan keberkahan dan anugerah yang paling tinggi dari Allah s.w.t.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

1 Syawal 1429H./24 Oktober 2008 M.

Mohammad ghufron